Sep 25, 2017 Last Updated 4:38 PM, Aug 4, 2017


Hoky Alami Kriminalisasi - Majalah Forum Keadilan, edisi: No. 04, Tahun XXVI/ 19 Juni - 02 Juli 2017

Tagged under

Seteru di tubuh Apkomindo masih memanas. Upaya kriminalisasi dibantah mentah-mentah.

Perseteruan antara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) periode 2015-2018 Ir. Soegiharto Santoso dengan pendiri Apkomindo terus berlanjut, meskipun kasus tersebut sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bantul, Jogjakarta saat ini. Belakangan perseteruan tersebut tidak hanya melibatkan pendiri Apkomindo tetapi juga dengan Pengurus Apkomindo periode 2017-2019.

Pria yang akrab disapa Hoky itu mengatakan bahwa dirinya dikriminalisasi oleh tiga orang pendiri Apkomindo sehingga sempat dipenjara dan harus menjadi terdakwa di pengadilan atas tuduhan menggunakan logo Apkomindo saat pameran di Bantul, Yogyakarta. Padahal pameran tersebut tidak terkait dengan dirinya. Rangkaian kriminalisasi tersebut dikatakan Hoky bermula dari penolakan jabatan yang dipegang oleh Hoky sebagai Ketua Umum Apkomindo yang terpilih di Munas Apkomindo.

Padahal terkait jabatan yang diembannya, Hoky dipilih oleh seluruh Dewan Pimpinan Daerah Apkomindo se Indonesia pada Musyawarah Nasional Tahun 2015 lalu. Hoky dipilih karena dinilai seluruh DPD Apkomindo di Indonesia dapat membawa perubahan dan kemajuan bagi asosiasi komputer terbesar di Indonesia.

Namun, sebagian pendiri Apkomindo yang dimotori oleh Sonny Franslay, lalu diikuti oleh Agus Setiawan Lie dan Irwan Japari, serta sebagian pengurus lainnya seperti Hidayat Tjokrodjojo, Henkyanto Tjokroadhiguno, Hengky Gunawan, Iwan Idris, Rudi Dermawan Muliadi, Faaz Ismail dan Entin Kartini menilai jabatan Hoky sebagai Ketua Umum tidak sah, sementara pendiri lainnya seperti Efendi Ruslim dan John Franko tidak ingin terlibat dengan permasalahan kriminalisasi ini.

Skenario kriminalisasi terhadap Hoky sudah lama terjadi. Sebab sejak awal telah beredar informasi tentang “ada orang yang sudah siap menyediakan dana supaya Hoky masuk penjara”. Dan itu semakin terbuka ketika saksi Ir. Henkyanto Tjokroadhiguno dihadirkan dalam persidangan pada tanggal 9 Maret 2017 di PN Bantul.

Dia mengatakan "Saya tahu nama-nama orang yang siap menyediakan dana dan lebih dari 2 (dua) orang, salah satunya adalah Suharto Juwono, namun nama-nama lainnya saat ini belum teringat," kata Henkyanto Tjokroadhiguno kepada Majelis Hakim.

Apa yang disampaikan oleh Henkyanto tersebut dibenarkan oleh Hoky. "Dan memang itu merupakan fakta di persidanganan, saya juga mempunyai bukti suara rekaman persidangan tersebut, serta yakin dicatat oleh Panitera Pengganti di PN Bantul. Secara faktual sebelumnya telah terjadi pernyataan tersebut di rapat Apkomindo serta ada saksi-saksi yang berkenan mengungkapkannya, selain dari itu ada bukti tertulis chat via WA group Apkomindo," kata Hoky.

Hoky mengatakan, “Saya merasa kriminalisasi terhadap diri saya memang sudah didesain sedemikian rupa, persekongkolan jahat untuk memenjarakan diri saya ini sebuah ketidakadilan, bahkan saat dilakukan mediasi dihadapan penyidik Bareskrim Polri saksi Agus Setiawan Lie, saksi Irwan Japari dan saksi Rudi Dermawan Muliadi disaksikan oleh Muzakkir dan Puguh Kuswanto, mereka minta uang damai kepada saya sebesar Rp. 5 miliar, sehingga upaya mediasi tidak tercapai, selain dari itu telah 15 orang saksi yang dihadirkan di persidangan namun sampai saat ini tidak ada seorangpun saksi yang dapat memberikan bukti keterlibatan saya dalam penyelenggaraan event di JEC Bantul, bahkan tidak ada bukti merugikan Saksi Pelapor Sonny Franslay satu rupiah-pun, apalagi sampai sebesar Rp. 5  miliar seperti tertulis dalam surat dakwaan JPU.”

 

Kesaksian tersebut diperkuat oleh keterangan saksi Dicky Purnawibawa yang hadir sebagai saksi pada persidangan Rabu tanggal 10 Mei 2017. Berdasarkan pengakuannya yang diambil dibawah sumpah tersebut, terungkap bahwa Hoky tidak terlibat dalam penggunaan seni logo Apkomindo dalam pameran Mega Bazaar Consumer Show seperti yang dituduhkan oleh pelapor. Namum proses kriminalisasi terus berlanjut.  “Tidak ada perintah dari saudara terdakwa untuk pemakaian seni logo Apkomindo dalam Pameran Mega Bazar Consumer Show yang dilaksanakan pada tanggal 5 - 9 Maret 2016 di JEC  Bantul," jelas Dicky saat ditanya oleh Bimas Ariyanta penasihat hukum terdakwa mengenai apakah ada perintah dari Ketum Apkomindo untuk menggunakan Logo Apkomindo.

Dicky menambahkan "yang bertanggungjawab atas Pameran Mega Bazar, sesuai dengan surat perjanjian kerjasama antara PT Dyandra Promosindo dengan APKOMINDO DPD DIY dengan nomor: 0195/DP-YOGYA/APKOM-DYANDRA/I/2016 tertanggal 15 Januari 2016 adalah PT. Dyandra Promosindo." kata Dicky dalam persidangan.

Lebih lanjut kata Dicky "Keterkaitan dengan terdakwa hanya sebatas bahwa Hoky adalah Ketum Apkomindo yang sah, dan saya mendengar bahwa ada kerjasama DPP Apkomindo dengan PT. Dyandra Promosindo sebagai payung hukumnya meskipun saya tidak mengetahui langsung ataupun melihat kontrak perjanjian kerjasamanya. Dan memang tidak ada perintah dari Pak Hoky untuk menggunakan logo Apkomindo yang belakangan baru diketahui adalah milik Sonny Franslay. Namun atas kesalahan penggunaan seni logo Apkomindo tersebut saya pribadi sudah minta maaf kepada Agus Setiawan Lie selaku kuasa dari pelapor sehingga sudah tercapai perdamaian.” Lanjut Dicky.

Apa yang disampaikan oleh saksi Dicky Purnawibawa juga dibenarkan oleh saksi dari Pimpinan PT. Dyandra Promosindo wilayah DIY, Donny Farista Gunawan. Di depan majelis hakim, Donny mengatakan, "Kami hanya meneruskan kebijakan pimpinan PT. Dyandra Promosindo Pusat untuk berkerja sama dengan DPD Apkomindo DIY menyelenggarakan event Mega Bazaar Consumer Show di JEC Bantul. Dalam event pameran tersebut kami PT. Dyandra Promosindo cabang DIY yang menyelenggarakannya. Sesuai dengan Perjanjian yang ditandatangani bersama oleh Dicky Purnawibawa selaku Ketua DPD Apkomindo DIY dengan Yudhiana Widyastuti selaku Direktur Operasional PT. Dyandra Promosindo Pusat, dan tidak ada kaitannya dengan terdakwa.” Terang Donny.

“Soal keterkaitan Ir. Soegiharto Santoso dalam event Mega Bazaar memang tidak ada, saya hanya tahu bahwa terdakwa adalah sebagai Ketum DPP Apkomindo, namun tidak memerintahkan saya untuk menggunakan seni logo Apkomindo tersebut. Dan terdakwa juga tidak hadir pada saat kegiatan pameran itu berlangsung,” ungkap Donny.

Oleh karena itu, Kuasa Hukum Hoky, Riswanto menilai berdasarkan dokumen serta kesaksian saksi dalam persidangan, kliennya terbukti dikriminalisasi. Kata dia, secara defakto dan yuridis Hoky sebagai Ketua Umum Apkomindo, itu berdasarkan Munas yang dikuti seluruh DPD Apkomindo dan juga berdasarkan putusan PTUN, PTTUN serta MA yang memenangkan Hoky untuk SK Kemen KumHam penggunaan nama 'Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia 'disingkat 'APKOMINDO', sedangkan pihak pendiri bersama Faaz telah membuat organisasi baru dengan nama 'Perkumpulan Pengusaha Komputer Daerah Khusus Ibukota Jakarta' disingkat 'APKOMINDO DKI JAKARTA', namun pada kenyatannya mereka tetap menggunakan nama Apkomindo.

 

 

Upaya kriminalisasi terhadap Hoky memang terang benderang, terbukti Hoky telah langsung ditahan  sejak tanggal 24 November 2016 selama 43 hari tanpa diperbolehkan menghubungi Penasehat Hukumnya saat akan dilakukan penahanan dan juga tidak diperiksa kesehatannya saat sebelum dilakukan penahanan serta baru bisa menghubungi Penasehat Hukum dan keluarga saat telah berada didalam mobil tahanan. Padahal Hoky beritikad baik terbang dari Jakarta untuk secara khusus hadir ke Kantor Kejaksaan Negeri Bantul atas biayanya sendiri, sedangkan  Dicky Purnawibawa ST meskipun telah sama-sama ditetapkan sebagai tersangka dan berkas telah sama-sama dinyatakan P21, namun tidak pernah diproses sama sekali.

"Proses sidangpun juga berjalan sangat lambat karena JPU tidak serius menghadirkan saksi-saksi, bahkan telah 3 kali persidangan yang sama sekali tidak dihadiri seorang saksipun, saksi kunci Entin Kartini yang melihat langsung adanya pameran dan atas keterangan Entin itu pula di jadikan dasar pelaporan oleh kubu Sony Franslay, namun sampai sidang ke 18 kali belum dihadirkan, termasuk saksi kunci Iwan Idris yang mengaku sebagai pendiri, walaupun kenyataanya benar ada pameran tersebut yang diselenggarakan sekitar Maret 2016, namun Mega Bazaar tersebut murni atas prakarsa DPD Apkomindo DIY yang bekerja sama dengan PT Dyandra selaku EO Mega Bazaar," tandas Riswanto.

Tuduhan melakukan kriminalisasi dibantah oleh Sekretaris Jenderal Apkomindo periode 2017-2019 Faaz Ismail. Sebab, dalam pameran Mega Bazar Consumer Show tersebut Hoky terbukti menggunakan Logo Apkomindo demi kepentingan pribadi. Padahal, dari Sony Franslay sebagai pemegang hak paten dari logo Apkomindo tersebut tidak memberikan surat izin untuk menggunakannya.

Faaz pun mengatakan bahwa sebenarnya yang telah melakukan tindakan kriminalisasi adalah Hoky sendiri. Bahkan hal itu dilakukan Hoky sebelum dirinya dipecat dari keanggotaan Apkomindo. Karena itu dia menilai apa yang disampaikan oleh Hoky tersebut hanya berdasarkan pandangan pribadinya. Hoky yang merasa telah terjadi perpecahan di Apkomindo pun dibantah oleh Faaz, yang mengatakan situasi Apkomindo aman-aman saja. S. HANDOKO

Sumber : Majalah Forum Keadilan, di edisi: No. 04, Tahun XXVI/ 19 Juni - 02 Juli 2017, pada halaman 30 dan 31.

 

Artikel terkait:

Dalam Kasus Apkomindo, Tak ada Saksi Yang Miliki Bukti Kuat Pelanggaran HAKI

http://bit.ly/2mOtZuo

Terkuak Nama Orang Yang Siapkan Dana Untuk Penjarakan Hoky

http://bit.ly/2nmvGUl

Kemelut di Tubuh Apkomindo Mendekati Titik Terang

http://bit.ly/2md5MRj

BANTUL (MERAPI) - Sidang Pelanggaran Hak Cipta - Hoky Divonis Bebas

http://bit.ly/2jyQQdh

BANTUL (MERAPI) Sidang Pelanggaran Hak Cipta, Trabes Dukung Hoky Dibebaskan

http://bit.ly/2l85k4x

Dakwaan JPU Ansyori SH kepada Ir. Soegiharto Santoso 24 Nov 2016

http://bit.ly/2kTt9M5

Eksepsi Tim PH Ir. Soegiharto Santoso di PN Bantul 22 Des 2016

http://bit.ly/2ldVjFb

PN Bantul Putusan Sela (04 Jan 2017) BEBAS; Perkara Pidana No. 288-Pid.Sus- 2016-BN.Btl.pdf

Download via : http://bit.ly/2lt5Ts3

Dakwaan JPU Ansyori SH kepada Ir. Soegiharto Santoso 12 Jan 2017

http://bit.ly/2jfYiNi

Eksepsi Tim PH Ir. Soegiharto Santoso di PN Bantul 26 Jan 2017

http://bit.ly/2ja7Fyb

Tanggapan JPU terhadap Eksepsi Tim PH Terdakwa Ir. Soegiharto Santoso 31 Jan 2017

http://bit.ly/2lg3YHg

JPU TIDAK PROFESIONAL, DAKWAAN TERHADAP KASUS PELANGGARAN HAK CIPTA

SEHARUSNYA BATAL DEMI HUKUM

http://bit.ly/2jYifXI

Penahanan KETUM APKOMINDO Adalah Bentuk Kriminalisasi Penegak Hukum

http://bit.ly/2h1kcDd

Gunakan Nama dan Logo APKOMINDO Untuk Kepentingan Organisasi, ilegalkah?

http://bit.ly/2iU3x11

Ketua Umum Apkomindo Laporkan Penyelenggara Indocomtech Ke Polda Metro Jaya

http://bit.ly/2g1M6hf

Diduga Event Indocomtech Hanya Dijadikan Ajang Memperkaya Segelintir Orang Yayasan APKOMINDO

http://bit.ly/2jtLbZk

Hoky Tolak Disidang Kembali, Dianggap Surat Panggilan Menyalahi KUHAP dan Jaksa Tak Ajukan Banding

http://bit.ly/2khA5DG

Majalah Gatra Artikel arsip GATRA:

http://arsip.gatra.com/1471-02-08/majalah/artikel.php?pil=23&id=163549

KETUM APKOMNDO BEBAS, DAKWAAN JPU BATAL DEMI HUKUM

http://bit.ly/2iM5MHS

Hakim Bebaskan Ketum Apkomindo

http://bit.ly/2jhJ0DX

Ketum APKOMINDO Layak Bebas

http://bit.ly/2j4GJ1a

(MERAPI) - Sidang Sengketa Logo APKOMINDO - PN Bantul Tak Berwenang Mengadili

http://bit.ly/2jJH2iW

Obscuur Libel, Dakwaan JPU Terhadap Hoky Harus Dihentikan

http://bit.ly/2jVVukK

Perjuangan Hoky Didukung Seluruh Anggota Dan Pengurus Apkomindo dharmaleksana.blogdetik.com

http://bit.ly/2kSud6Y

Penahanan Ketua Apkomindo Dinilai Cacat Hukum, Hoky Harus Dibebaskan

http://bit.ly/2krIpmZ

 

Artikel terkait:

Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
http://bit.ly/1QcZAm6

Kurang Jelas, Dasar Hukum Penetapan Tersangka terhadap Ketum Apkomindo, Ir. Soegiharto Santoso
http://bit.ly/2dkotyT

Kisruh Apkomindo berujung hingga ke Mabes Polri
http://bit.ly/2d2ovsl

Ketum APKOMINDO Akan Melaporkan Balik Tudingan Atas Pelanggaran Hak Cipta
http://bit.ly/2cnLlJO

Ketum APKOMINDO Lapor Balik Soal Tuduhan Pelanggaran Hak Cipta Oleh Seniornya
http://bit.ly/2cNyZgb

Ketum Apkomindo Soegiharto Santoso (Hoky) Ditersangkakan karena Pakai Logo Apkomindo
http://bit.ly/2cvfyZC

Ketua Umum APKOMINDO Dilaporkan Atas Logo Organisasi
http://ijn.co.id/?p=14243

Mabes Polri Gandeng Media Online
http://bit.ly/2clRTJi

Polri Sosialisasikan 11 Program Utama “Promoter”
http://bit.ly/2cd9JjG

Download attachments:
Apkomindo

Apkomindo merupakan asosiasi pengusaha komputer nirlaba pertama dan tertua di Indonesia. Pada perkembangannya sebagai bentuk peningkatan pelayanan kami terhadap anggota pada khususnya dan masyarakat luas IT di seluruh Indonesia.

Website: www.apkomindo.id